Hai nafsu! Tunjukkan
dirimu! Jangan hanya menyerang ku dari belakang. Tunjukkan padaku dimana
sebenarnya kau.
Mengapa kau terus
mengganggu ku, membuat ku tidak tenang, mengapa!
Ustad-ustad pernah
bilang bahwa kau lah musuh terbesar manusia yang sebenarnya. Jika kau adalah
musuh ku, lalu mengapa kau bersemayam dalam diriku? Mengapa?
Aku lelah menuruti
kehendak mu. Ku mohon berhentilah mengganggu ku. Apakah kau bagian dari
kelompok iblis yang mempunyai visi membawa ku ke neraka bersama mu.
Jika itu adalah tujuan
mu bertobatlah wahai nafsu sebelum aku menghancurkan mu. Dengarkan aku,
berhentilah menjajah ku atau aku akan membinasakan mu!
Atas semua kelakuan mu
kau fikir kau sudah menang. Tidak. Aku tidak akan terus diam menuruti kehendak
mu. Pertarungan akan kita mulai.