Emak adalah seorang ibu. Ibuku yang luar biasa. sewaktu aku masih sekolah dasar emak selalu bilang "Jangan nakal ya nak di sekolah, jangan pelit sama kawan, nurut sama buk guru".
Saat aku beranjak remaja, masuk ke sekolah menengah pertama emak mulai cemas kalau-kalau aku pacaran. emak sering bilang "Temenan sih boleh asal jangan pacaran, belum waktunya nak".
Ketika aku menginjak usia 17 tahun emak mulai memberi ku kebebasan. Emak fikir aku mulai bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah. Setelah umurku 17 tahun, emak tidak pernah melarang aku pacaran ketika aku berteman dengan laki-laki. Emak hanya bilang "Emak nggak melarang kamu pacaran, kamu sudah besar, emak hanya ingin mengingatkan sebagai perempuan ada yang harus kamu jaga yaitu kehormatan mu nak. nggak ada yang lebih berharga bagi perempuan selain kehormatannya. ingatlah selalu pesan emak, jagalah itu nak".
Hingga kini usia ku menginjak 20 tahun emak masih sering mengingatkan aku akan kehormatan seorang perempuan. Tetapi ada nasihat lain yang emak bilang, yaitu "Cintailah laki-laki yang mencintai Tuhannya nak, karena hanya laki-laki yang seperti ini yang akan mencintaimu nak".
Sewaktu kecil dulu nasihat emak hanya aku anggap angin lalu hingga kekecewaan yang ku dapatkan. Tapi kini aku tak ingin mengulanginya lagi mak. Aku akan mencintai laki-laki yang mencintai Tuhannya mak. Aku sering lupa bahwa ridho Tuhan ku ada pada Ridho orang tua ku. Aku sering lupa bahwa surga ku ada di bawah telapak kaki ibuku.
Mungkin kamu juga pernah lupa seperti aku. Lupa kalau ternyata selama ini tak ada orang tua yang salah, tak ada orangtua yang tidak ingin melihat anaknya bahagia.
Semua aturannya, larangannya adalah untuk menjaga diri kita,untuk membuat kita menjadi lebih baik. Mungkin diantara kamu saat ini ada yang sedang dilarang untuk berpacaran. Percayalah kawan bahwa apa yang ia katakan itu adalah yang terbaik bagi mu, karena mereka sayang padamu.
Lihatlah betapa banyak remaja yang pacarannya berujung dengan tragedi-tragedi pilu. Tak sedikit yang harus putus sekolah karena hamil di luar nikah akibat pacaran. Ini yang orangtua mu takutkan. Mereka tak ingin anak perempuan yang mereka cintai menjadi korban kepalsuan cinta.
Kenapa harus pacaran?, mencintai
dan menjalin hubungan dengan orang yang jelas-jelas belum halal. Bahkan
memberikan apapun demi dia yang kamu cinta.
Sebelum kamu memberikan
segalanya pada pacar mu aku ingin tanya satu hal, apakah kamu yakin orang
yang kamu cintai itu akan menjadi jodoh mu dan benar-benar mencintai kamu serta
bisa membahagiakan kamu dunia dan akhirat?.
Bagaimana kamu bisa seyakin itu?. Sudah
kah kamu mengamati kesehariannya?. Sudahkah kamu tahu seluk beluk
kehidupannya?. Sudahkah kamu tahu karakter aslinya?.
Jika belum tahu maka kamu nggak perlu
repot-repot untuk mencari tahu semua tentangnya. Karena untuk mengetahuinya,
kamu bisa melihat bagaimana ia mencintai tuhannya. Bagaimana ia menjaga solat
lima waktunya, puasa ramadhannya. Bagaimana ia menjaga dirinya untuk tidak
merokok. Bagaimana ia menjaga auratnya.
Jika ia bilang padamu bahwa ia sangat
mencintai mu tapi ia masih sering meninggalkan solat lima waktu, jarang puasa
ramadhan, belum juga menutup aurat dengan benar, mengajak kamu pacaran, sesungguhnya
cintanya itu palsu. Sebab Tuhannya saja yang memberikan rezki berlimpah tidak
ia cintai, bagaimana dengan dirimu?.
Jika ada laki-laki yang mengatakan ia
akan menjaga hatinya untuk mu, tapi ia adalah seorang perokok, dan tak bisa
berhenti dari rokoknya, sesungguhnya ia bukanlah laki-laki setia. Sebab paru-parunya
saja nggak di jaga, lalu bagaimana dengan hatinya?.
Seperti kata emak ku, cintailah dia yang mencintai tuhannya.
Karena hanya dengan mencintai tuhanlah hidup kita menjadi lebih indah.
Laki-laki yang mencintai tuhannya tidak akan mencintai mu dengan cara berpacaran. Ia pasti akan langsung melamar dan menikahi mu
tanpa memacari mu, karena ia tahu tuhannya akan senang jika ia menjaga dirinya
dari hal-hal yang mendekati zina serta tuhannya akan senang karena ia telah memuliakan
dan menghormati perempuan yang ia cintai.
So, masihkah mau mencintai dia yang
nggak mencintai Allah Swt?. Lebih baik putusin saja dari sekarang dan mulai untuk belajar
mencintai Allah Swt serta mendengarkan nasihat ibunda.
Dari
pada putusnya belakangan setelah segalanya direnggut oleh pacar mu, rasanya
pasti akan lebih sakit menusuk hati. Lha iya, sebab dalam alur
pacaran pasti akan ada kata putus nantinya.
Kalau sduah seperti itu yang terjadi,
yang ada tinggal penyesalan teramat dalam, serta luka menganga yang tak akan pernah terobati.
nggak perlu kan terluka dahulu baru kita sadar bahwa apa yang dibilang orangtua kita itu benar adanya. Cukuplah pengalaman teman menjadi pelajaran dan nasihat bagi kita untuk tidak melakukan hal yang sama seperti mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar