Senin, 14 Desember 2015

Laporan Biokimia tentang PENENTUAN KADAR VITAMIN C

hari ini kuliah diliburkan, jadi nggak tahu deh mau ngapain. lagi cari-cari ide mau ngapain eh keinget laporan ini . laporan yang buat aku begadang sampek masuk angin besoknya. hehe. sebenaernya sih ini laporan udah pernah aku buat tapi di tulis tangan. file ini cuma sebagai tambahan nilai laporan aku yang jelek. ah, apapun latar belakang pembuatan laporan ini nggak penting ya, yang terpenting sekarang buat yang lagi cari-cari contoh laporan semoga ini bisa membantu ya :) . mudah-mudahan nilainya nggak jelek kayak nilai aku.




LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR-DASAR BIOKIMIA


DISUSUN OLEH :

Nama              : Nova Winda Sari
Npm                : F1B013031
Kelompok       : VII (tujuh)
Hari, Tanggal : Selasa, 08 Desember 2015
Dosen              : 1. Dyah Fitriani S.Si, M.Sc
                            2. Dwita Oktiarni S.Si, M.Si






JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
PENENTUAN KADAR VITAMIN C

I.     Tujuan
1.    Mengetahui cara penentuan vitamin C dalam suatu sample

II.  Landasan Teori
Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan  efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan. Buah-buahan merupakan sumber vitamin C, diantaranya yaitu buah mangga.
Berdasarkan penelitian Karinda dkk. (2009) tentang perbandingan hasil penetapan kadar vitamin C mangga dodol dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan iodometri, bahwa menentukan kadar vitamin C dapat dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Bahkan terdapat perbedaan yang nyata antara metode spektrofotometri UV-Vis dengan metode iodimetri, yaitu hasil dari metode spektrofotometri UV-Vis lebih besar daripada  hasil dengan menggunakan metode iodimetri.
Vitamin C mudah teroksidasi oleh  udara , terutama dalam bentuk larutan, maka dalam pengerjaannya sediaan tidak boleh terlalu lama dibiarkan berinteraksi dengan udara. Oleh karena itu sediaan harus segera disimpan di dalam lemari pendingin begitu selesai digunakan (Arifin dkk. 2007).
Hasil penelitian Safaryani dkk. (2007) menyatakan bahwa telah terjadi interaksi antara suhu dan lama penyimpanan yang berpengaruh terhadap penurunan kadar vitamin C dan senyawa-senyawa lain pada brokoli. Hal ini karena kedua faktor tersebut merupakan penyebab kerusakan bahan pangan tersebut. Tetapi hal ini dapat diketahui batas-batasnya yang dapat meminimalkan kerusakan bahan pangan terutama kehilangan senyawa-senyawa yang dikandungnya.
Hasil penelitian Arifin dkk. (2007) tentang pengaruh pemberian vitamin C terhadap fetus pada mencit diabetes menunjukkan vitamin C pada dosis 13 mg/kgBB dan 117 mg/kgBB tidak mempengaruhi berat badan induk dan jumlah fetus secara bermakna, namun memberi pengaruh terhadap berat badan fetus pada kontrol positif.
III.    Metode Percobaan

3.1  Alat dan Bahan
3.1.1        Alat

1.      Erlenmeyer
2.      Buret
3.      Beker Gelas
4.      Mortar
5.      Magnetic Stirer


3.1.2        Bahan

·         Vitamin C
·         Larutan Amilum
·         KI
·         Kertas saring
·         I2
·         Aquadest

3.2  Prosedur Kerja

1.      Penambahan larutan terhadap larutan baku Na-tiosulfat

25ml  larutan sampel
Aquadest
Larutan
Na2S2O3
Larutan
2ml Amilum
Larutan
 


                                                                                                                              Diencerkan dalam
                                                                                                                                erlenmeyer


Dititrasi lagi sampai terbentuk warna biru
Dititrasi
                                                                                                                            




                                                                                                                        
2.      Penentuan kadar vitamin C
0,2gr sampel vitamin C
250ml Aquadest
Larutan
Filtrat
Aquadest
Amilum 1%
Larutan
I2
Larutan
Diencerkan
Disaring & diambil filtratnya
Diaduk
Dititrasi
 








































IV.    Hasil dan Pembahasan
4.1  Hasil
No.
Perlakuan
Pengamatan
1.
- 5ml vitamin C ditambahkan dengan 2ml amilum
- ditambah aquadest 20ml
- dititrasi dengan I2
-  Warna putih bening

-      Warna menjadi keruh
-      Warna biru
-      V1= 1,2ml V2=1,4 ml
2.
Blanko, 25 aquadest ditambah 2ml amilum
Dititrasi dengan I2
-      Warna larutan bening
-      Warna biru V= 0,1 ml

4.2  Perhitungan

V titrans = Vrata-rata
               =  1,3 ml = 0,0013 L
Vblanko = 0,0001 L        Mr Vitamin C = 176 gr/mol
Gr sampel = 0,2 gram
C I2 = 0,1N
Kadar vitamin C =    100%
                            =    100%
                            = 10,56%

4.3  Pembahasan
Penentuan kadar vitamin C (asam askorbat) pada praktikum ini dilakukan dengan titrasi iodimetri (titrasi langsung). Hal ini berdasarkan sifat bahwa vitamin C dapat bereaksi dengan I2.
Reaksi :


Sampel yang telah diencerkan selanjutnya dipipet sebanyak 25 ml dan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer, kemudian ditambahkan  larutan  kanji sebagai indikator. Setelah  itu dititrasi dengan larutan I2 0,1N. Proses titrasi dilakukan sampai larutan dalam erlenmeyer berubah warna dari larutan bening  menjadi biru violet. Warna biru violet yang dihasilkan  merupakan  reaksi  antara iod dengan amilum menjadi iod-amilum yang menandakan bahwa proses titrasi telah mencapai titik akhir.
Fungsi larutan iod ialah pereaksi untuk memperlihatkan jumlah vitamin C yang terdapat dalam sampel menjadi senyawa dihidroaskorbat sehingga akan berwarna biru karena  pereaksi yang berlebih. Kanji bereaksi dengan iod, dengan adanya iodida membentuk suatu  kompleks yang berwarna biru yang akan terlihat pada konsentrasi iod yang sangat rendah. Pada praktikum ini di dapat kadar vitamin C dari sampel yang dijual di pasaran sebesar 10,56%. Berikut adalah gambar hasil titrasinya:



V.  Kesimpulan dan Saran
5.1  Kesimpulan
1.    Penentuan kadar vitamin C dilakukan dengan titrasi Iodimetri (titrasi langsung) yang menggunakan larutan I2 sebagai larutan baku dan larutan amilum sebagai indikator. Sampel yang digunakan ialah vitamin C yang dijual di pasaran.
2.    Dari percobaan yang telah dilakukan, didapatkan kadar vitamin C yaitu 10,56%

5.2  Saran
1.    Sebaiknya pada praktikum selanjutnya sampel yang digunakan adalah buah-buahan atau makanan yang mengandung vitamin C, bukan vitamin C sintesis agar praktikan bisa lebih memahami.



DAFTAR PUSTAKA

Arifin H., Delvita V., A A. 2007. Pengaruh Pemberian Vitamin C terhadap Fetus    Mencit Diabetes. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 12 (1) , 32-40

Karinda M., Fatimawali,. Citraningtyas G. 2013. Perbandingan Hasil Penetapan Kadar Vitamin C Mangga Dodol dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis dan Iodometri. Jurnal Ilmiah Farmasi, 2 (01), 86-89

Safaryani N., Haryanti S., Hastuti E.D. 2007. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap penurunan kadar vitamin C brokoli (Brassica oleracea L). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 15 (2), 39-45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar