Senin, 07 Desember 2015

Rindu itu Ibu



Tadi siang sewaktu aku jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di kota Bengkulu, aku melihat segerombolan ibu-ibu yang memadati sebuah rak. Dari jauh tampaknya segerombolan ibu itu sedang memperebutkan sesuatu. Dengan rasa di hantui penasaran aku segera menuju segerombolan ibu itu.
Ketika aku datangi ternyata benar, segerombolan ibu itu sedang memperebutkan minyak goreng dan bahan-bahan dapur lainnya yang lagi diskon akhir tahun, ckckck. Melihat ibu-ibu yang memadati pusat perbelanjaan itu aku jadi teringat ibuku. Sudah satu tahun aku tidak bertemu dengannya.
Sewaktu dirumah ibu sering mengajakku belanja keperluan sehari-hari ke pasar atau ke warung. Meski sering kali aku malas, tapi aku nggak punya alasan untuk tidak menemani ibu belanja.
Tahu yang buat aku paling malas nemeni ibu belanja. Kalau belanja di warung biasanya yang di beli cuma ikan satu kilo tapi bisa sampai setengah hari tuh di warung nggak balik-balik, ngobrol dulu, ngebahas topik yang nggak penting dulu, ah pokoknya ada aja.
Dan yang buat aku heran tuh cerita ibu-ibu itu nggak pernah ada habisnya. Padahal ya, ibu-ibu itu setiap hari pergi ke warung yang sama dan ceritanya kadang masih topik yang sama, tapi nggak pernah bosen. Hadeh *nepuk jidat*.
Itu baru belanja di warung. Nah kalau belanja di pasar lebih parah lagi, berasa ikut maraton 100 Km tahu nggak. Seisi pasar akan di puterin hanya untuk nyari harga yang lebih murah, padahal ya bedanya nggak jauh-jauh amat. Terkadang juga meskipun di depannya ada penjual cabe, ibu aku akan tetap keliling mencari penjual cabe langganannya meskipun penjualnya hari itu nggak jualan.
Belum lagi belanjaan yang seabrek-abrek banyaknya. Karena seringkali apa yang di beli itu bukan termasuk kedalam daftar belanjaan yang sudah di persiapkan, bahkan yang ada di draft belanjaan kadang-kadang nggak jadi di beli. Huuft.
Itulah Ibu. Kalau lagi dekat di sisinya seakan-akan apa yang aku lakukan dengannya itu tak berarti apa-apa. Tapi ketika jauh, aku merindukan semuanya. Aku rindu ke pasar bersama ibu. Aku rindu berjalan mengelilingi pasar bersama ibu untuk mendapatkan barang yang lebih murah.
Satu hal yang membuat aku senang ketika aku menemani ibu berbelanja ke pasar, yaitu ketika ibu membelikanku es cendol atau es kolding.
Aku rindu semua itu. Kini permintaan ku hanya waktu yang lebih lama dan kesempatan untuk bertemu dengan ibu.
Jika nanti aku bertemu dengan ibu, aku akan setia dan bersemangat menemani ibu ke pasar. aku akan segera bangkit dan melaksanakan apapun yang di perintahkan ibu. Aku akan mengukir senyum di bibir ibu. Aku tak akan membuat ibu bersedih lagi.
Aku janji bu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar