Tadi siang sewaktu aku jalan-jalan di
sebuah pusat perbelanjaan di kota Bengkulu, aku melihat segerombolan ibu-ibu
yang memadati sebuah rak. Dari jauh tampaknya segerombolan ibu itu sedang
memperebutkan sesuatu. Dengan rasa di hantui penasaran aku segera menuju
segerombolan ibu itu.
Ketika aku datangi ternyata benar,
segerombolan ibu itu sedang memperebutkan minyak goreng dan bahan-bahan dapur
lainnya yang lagi diskon akhir tahun, ckckck. Melihat ibu-ibu yang memadati
pusat perbelanjaan itu aku jadi teringat ibuku. Sudah satu tahun aku tidak
bertemu dengannya.
Sewaktu dirumah ibu sering mengajakku
belanja keperluan sehari-hari ke pasar atau ke warung. Meski sering kali aku
malas, tapi aku nggak punya alasan untuk tidak menemani ibu belanja.
Tahu yang buat aku paling malas nemeni
ibu belanja. Kalau belanja di warung biasanya yang di beli cuma ikan satu kilo
tapi bisa sampai setengah hari tuh di warung nggak balik-balik, ngobrol dulu,
ngebahas topik yang nggak penting dulu, ah pokoknya ada aja.
Dan yang buat aku heran tuh cerita
ibu-ibu itu nggak pernah ada habisnya. Padahal ya, ibu-ibu itu setiap hari
pergi ke warung yang sama dan ceritanya kadang masih topik yang sama, tapi
nggak pernah bosen. Hadeh *nepuk jidat*.
Itu baru belanja di warung. Nah kalau
belanja di pasar lebih parah lagi, berasa ikut maraton 100 Km tahu nggak. Seisi
pasar akan di puterin hanya untuk nyari harga yang lebih murah, padahal ya
bedanya nggak jauh-jauh amat. Terkadang juga meskipun di depannya ada penjual
cabe, ibu aku akan tetap keliling mencari penjual cabe langganannya meskipun
penjualnya hari itu nggak jualan.
Belum lagi belanjaan yang seabrek-abrek
banyaknya. Karena seringkali apa yang di beli itu bukan termasuk kedalam daftar
belanjaan yang sudah di persiapkan, bahkan yang ada di draft belanjaan
kadang-kadang nggak jadi di beli. Huuft.
Itulah Ibu. Kalau lagi dekat di sisinya
seakan-akan apa yang aku lakukan dengannya itu tak berarti apa-apa. Tapi ketika
jauh, aku merindukan semuanya. Aku rindu ke pasar bersama ibu. Aku rindu
berjalan mengelilingi pasar bersama ibu untuk mendapatkan barang yang lebih
murah.
Satu hal yang membuat aku senang ketika
aku menemani ibu berbelanja ke pasar, yaitu ketika ibu membelikanku es cendol
atau es kolding.
Aku rindu semua itu. Kini permintaan ku
hanya waktu yang lebih lama dan kesempatan untuk bertemu dengan ibu.
Jika nanti aku bertemu dengan ibu, aku
akan setia dan bersemangat menemani ibu ke pasar. aku akan segera bangkit dan
melaksanakan apapun yang di perintahkan ibu. Aku akan mengukir senyum di bibir
ibu. Aku tak akan membuat ibu bersedih lagi.
Aku janji bu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar